19 Desember 2008

Dipoyok Dilebok

Lagi-lagi akses internet merupakan kendala utama untuk mencoba merangkak menuju puncak impian. Lagi-lagi dengan pulsa 10.000 cuma cukup untuk buka e-mail, download foto terbaru keponakanku yang di Jakarta, dan isi form google adsense, ga lebih dari itu sekitar 30 menit lebih dikit ….. koneksi terputus.

“Dipoyok Dilebok” itulah peribahasa urang sunda tentang penomena ini, udah tau wimode prabayar tarif akses internetnya mahal dan ga jelas, tapi masih maksain dipakai untuk akses internet. Anehnya lagi dengan menggunakan usb modem wimode prabayar digunakan untuk posting artikel tentang wimode parabayar itu sendiri, yang notabene isi artikelnya mengupas sisi jelek atau keluhan atau pengalaman pribadi sebagai konsumen wimode prabayar yang merasa dirugikan. Dan mudah-mudahan ini merupakan kritik atau saran yang secara tidak langsung buat pihak Wimode (Esia–Bakrie Telecom).

Mungkin kutipan syair lagu Slank bisa merepresentasikan penomena ini.

Pernah berfikir tuk pergi, dan terlintas tinggalkan kau sendiri, sempat ingin sudahi sampai disini, coba lari dari kenyataan, tapi ku tak bisa …... belum bisa untuk beralih ke yang lain

Lalu mau apa lagi, kalo kita sudah ga saling mengerti, sampai kapan bertahan seperti ini …. karena diriku selalu rugi

Sabar-sabar aku coba sabar, sadar-sadar seharusnya ….. pihak Wimode (Esia–Bakrie Telecom) sadar.

Gosip yang beredar katanya Starone (Indosat) tarif akses internetnya paling murah diantara yang lain, cuma Rp. 75/menit, benarkah ?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar